<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cabbare dot Com™ &#187; amerika</title>
	<atom:link href="http://cabbare.com/tag/amerika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cabbare.com</link>
	<description>Business Thought, Diary and Imagination</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 12:46:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hari esok mungkin tak pernah ada</title>
		<link>http://cabbare.com/daily/hari-esok-mungkin-tak-pernah-ada.htm/</link>
		<comments>http://cabbare.com/daily/hari-esok-mungkin-tak-pernah-ada.htm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 12:36:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cabbare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[california]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[hari esok mungkin tak pernah ada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cabbare.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingat dengan sebuah tulisan yang pernah saya baca. Judulnya  “jangan tunggu esok untuk mengatakannya” . Tulisan ini merupakan kejadian nyata yang di tulis oleh seorang wanita yang tinggal di Amerika. Ceritanya cukup mengharukan. Kejadiannya bermula waktu ia masih berumur 6 tahun. Ia bertemu seorang anak lelaki yang menggodanya sewaktu ia sedang bermain di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cabbare.com/wp-content/uploads/2008/12/kiss-me-plz.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-159" title="kiss-me-plz" src="http://cabbare.com/wp-content/uploads/2008/12/kiss-me-plz.gif" alt="" width="120" height="96" /></a>Saya ingat dengan sebuah tulisan yang pernah saya baca. Judulnya  “jangan tunggu esok untuk mengatakannya” . Tulisan ini merupakan kejadian nyata yang di tulis oleh seorang wanita yang tinggal di Amerika. Ceritanya cukup mengharukan. Kejadiannya bermula waktu ia masih berumur 6 tahun. Ia bertemu seorang anak lelaki yang menggodanya sewaktu ia sedang bermain di halaman rumahnya di california. Ia langsung mengejar dan memukul anak lelaki tadi. Itu menjadi awal pertemuan mereka hingga akhirnya mereka pun berteman akrab. Mereka selalu berbincang bersama membicarakan teman-teman mereka di sekolah masing-masing. Sang lelaki selalu menjadi teman curhat yang baik hingga wanita tadi menganggapnya sebagai seorang teman sejati,meskipun dalam hatinya merasakan sesuatu yang lain.  Pada malam kelulusan Mereka telah mempunyai pasangan masing-masing tapi dalam hati, wanita itu menginginkan dialah yang menjadi pasangan lelaki itu. Dengan perasaan terluka wanita itu pun pergi setelah acara kelulusan SMU nya usai. Ia pun berkata dalam hati kelak  ia akan mengatakan perasaannya itu. Selama di universitas bahkan setelah selesai dan mendapatkan pekerjaan ia tak kunjung juga menyatakan perasaannya. Bertahun  Waktu berlalu tiba-tiba sebuah surat undangan pernikahan diterima dari lelaki pujaannya. Rasa sedih dan bahagia sekaligus mengisi hatinya. Singkat cerita mereka tetap berhubungan baik . selalu berkirim surat dan menceritakan kehidupan masing-masing . lelaki itu bercerai dengan istrinya karena tidak bahagia.berkali kali mereka membuat janji dan bertemu ditempat pertama mereka berkenalan. Hingga akhirnya lelaki tadi meninggal akibat kecelakaan pesawat. Lelaki itu meninggalkan sebuah diary yang dititipkan melalui notaris kepada wanita tersebut. Isinya bercerita tentang awal pertemuan mereka, alasan perceraiannya, dan perasaan lelaki tersebut yang sama tidak pernah mereka ungkapkan secara langsung. kutipan beberapa kalimat dari cerita itu. “Jika engkau mencintai seseorang, &#8220;JANGAN TUNGGU ESOK HARI UNTUK<br />
MENGATAKAN KEPADANYA&#8221; karena esok hari itu&#8230; mungkin takkan pernah<br />
ada..”  kalimat ini kutujukan buat dua orang sahabat teman kuliahku. Mereka merasakan hal yang sama tapi belum pernah di utarakan. Lantaran ragu,takut kecewa,tidak yakin, meskipun ketertarikan dari keduanya telah tampak. Sering pergi bersama,pulang bersama,bahkan menjadi teman curhat. Biar bagaimanapun keputusan di tangan mereka. Tapi menurutku mengapa tak jalani saja. Prinsip seorang tentara “menang kalah urusan nanti, musuh depan mata ayo kita hadapi”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cabbare.com/daily/hari-esok-mungkin-tak-pernah-ada.htm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
